“Untuk tinggi badan minimal, ditetapkan 163 cm bagi calon Bintara dan 158 cm untuk Tamtama,” Bebernya.
Ia menambahkan, untuk seleksi akan digelar di Ajenrem 045/Garuda Jaya dan Ajendam II/Sriwijaya, sedangkan pendidikan prajurit akan dilaksanakan di Rindam II/Sriwijaya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
“Proses seleksi mencakup pemeriksaan administrasi, kesehatan, tes fisik, psikologi, hingga penelusuran jejak digital calon prajurit,” ujarnya.
Menurut Sebmy, animo pemuda Bangka Selatan untuk menjadi prajurit TNI AD cukup tinggi. Namun, sebagian masih ragu karena minim informasi dan khawatir menghadapi proses seleksi yang dianggap rumit.
“Kami ingin meluruskan persepsi itu. Rekrutmen TNI AD bukan sesuatu yang menakutkan. Asal memenuhi syarat dan siap bersaing, semua punya peluang yang sama. Jadi jangan percaya pada oknum-oknum yang mengatasnamakan bisa meloloskan dengan biaya tertentu,” jelasnya.
Ia juga berpesan agar para generasi muda mempersiapkan diri sejak dini dengan menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan fisik, serta menanamkan mental disiplin.
“Jadilah generasi yang kuat, berintegritas, dan siap mengabdi untuk bangsa. Mari kita bersama-sama menatap Indonesia Emas 2045 dengan semangat dan tekad yang bulat,” pungkasnya. (*)





















