Menurutnya, keberpihakan terhadap kelompok lansia menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, program-program sosial dan kesehatan akan terus diperkuat dari tahun ke tahun.
“Indikator keberhasilan pembangunan itu antara lain usia harapan hidup, derajat kesehatan masyarakat, dan Indeks Pembangunan Manusia. Program seperti ini akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan,” tegasnya.
Prof Udin juga memastikan bahwa penyaluran bantuan tersebut telah melalui proses pendataan berjenjang dari tingkat kelurahan hingga kecamatan, sehingga tepat sasaran.
“Data penerima kita pastikan akurat. Yang menerima memang benar-benar mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia berharap, bantuan alat bantu mobilitas ini mampu meningkatkan kemandirian para lansia, memperluas akses terhadap layanan publik, sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Perhatian kepada lansia akan terus menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan sosial dan kesehatan daerah, sejalan dengan visi pembangunan yang berorientasi pada manusia,” tukasnya.
Sementara itu, salah seorang lansia penerima bantuan mengaku sangat bersyukur atas kepedulian pemerintah. Ia merasa terbantu dengan kursi roda yang diterimanya.
“Alhamdulillah, saya sangat terbantu. Sudah lama kesulitan berjalan jauh. Dengan kursi roda ini, aktivitas saya jadi lebih mudah. Terima kasih kepada Pak Wali Kota dan semua pihak yang sudah peduli,” ucapnya penuh haru. (*)
















