Di sektor protein hewani, daging ayam dan telur ayam juga menunjukkan kinerja positif. Produksi daging ayam mencapai 2,9 juta ton, melebihi kebutuhan 2 juta ton atau surplus sekitar 950 ribu ton.
Telur ayam mencatat surplus 517 ribu ton dari ketersediaan 3,7 juta ton. Sebagian kelebihan produksi ini telah dimanfaatkan untuk pasar ekspor.
Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Artinya upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rakyat seperti yang disampaikan Presiden, ini sudah kelihatan nyata datanya,” ujarnya, Senin (20/4).
Meski demikian, pemerintah belum berhenti. Sejumlah komoditas lain yang kebutuhannya belum sepenuhnya dipasok dalam negeri, seperti bawang putih, kedelai, serta daging sapi dan kerbau, terus didorong menuju swasembada.
Dengan tren surplus yang semakin meluas, Indonesia dinilai semakin kuat untuk mencapai kemandirian pangan secara menyeluruh, sekaligus memperkuat stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.
Herman Yakub.


















