SEKILASINDONEWS.COM – Berawal dari modal Rp2 juta dan warung sederhana, Zizi Alqoorni kini membuktikan bahwa usaha kecil bisa tumbuh menjadi bisnis bernilai ratusan juta rupiah per bulan.
Di tengah kerasnya persaingan dan keterbatasan, ia membangun usaha sayur dari nol dan hanya mengandalkan tenaga sendiri, ketekunan, dan satu tujuan besar, yakni membahagiakan ibunya.
Kisah Zizi Alqoorni bukan sekadar cerita sukses, tetapi potret perjuangan seorang anak desa yang menembus batas.
Lahir di Desa Kundi, Bangka Belitung, Zizi memulai langkahnya dengan merantau ke Yogyakarta pada 2019 untuk menempuh pendidikan S1 Ekonomi Islam di Universitas Islam Indonesia.
Namun di balik status mahasiswa, ia harus menghadapi realitas yang lebih berat: bertahan hidup.
“Banyak yang nggak tahu, kuliah itu bukan bagian tersulit. Bertahan hidup itu yang paling berat,” ujarnya.
Setelah lulus cumlaude pada 2023, Zizi tidak langsung menemukan jalan. Hingga akhirnya, dengan sisa uang Rp2 juta dari hasil lomba penelitian, ia memutuskan membuka usaha sayur kecil-kecilan.
Tak ada strategi bisnis rumit. Tak ada investor. Semua dikerjakan sendiri.
Ia membangun rak, mencari supplier, menjaga toko, hingga mengantar pesanan. Dalam fase awal, tidur hanya dua jam sehari bahkan tidak tidur sama sekali menjadi hal biasa.
“Semua saya lakukan sendiri. Kadang saya tidur dua jam, kadang nggak tidur sama sekali,” katanya.
Namun perjalanan tidak selalu naik. Saat usaha mulai berkembang, Zizi sempat mencoba mempercepat langkah dengan membuka cabang, membangun sistem, hingga meluncurkan aplikasi. Namun langkah cepat itu justru berujung kegagalan.
“Semua gagal. Saya pikir saya sudah benar, ternyata belum,” ungkapnya.
Kerugian yang dialami tak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga mental. Di titik itu, Zizi mengaku hampir kehilangan arah.
“Titik itu berat sekali. Tapi saya ingat, ibu saya belum saya bahagiakan,” katanya.
Alih-alih menyerah, Zizi memilih kembali belajar dari bawah. Ia mendatangi petani di berbagai daerah seperti Magelang dan Garut untuk memahami langsung rantai distribusi sayur.














