Menurutnya, kedekatan Polri dengan masyarakat, kampus, dan kalangan akademisi menjadi kunci lahirnya inovasi-inovasi strategis tersebut. “Karena kalian dekat sama rakyat, dekat sama kampus, dekat sama insinyur dan sarjana-sarjana itu, makanya kalian tahu. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Selain briket dari tongkol jagung, Prabowo juga mengapresiasi inovasi pengembangan pupuk berbahan batu bara berkalori rendah yang dinilai mampu memperkuat kemandirian sektor pertanian nasional. “Tadi juga pupuk dari batu bara ini juga luar biasa. Ini mukjizat juga menurut saya. Batu bara kalori rendah kita bisa bikin pupuk,” ujar Prabowo.
Jika inovasi ini berhasil diimplementasikan secara luas, kata Prabowo, Indonesia akan terbebas dari ketergantungan pupuk impor dan semakin berdaulat di sektor pangan. “Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk luar negeri, kita sangat-sangat kuat,” tegasnya.
Untuk mempercepat distribusi hasil inovasi tersebut kepada masyarakat, Presiden mengarahkan agar jaringan Koperasi Merah Putih yang baru saja diresmikan turut dilibatkan sebagai saluran utamanya.
“Tadi kita baru resmikan Koperasi Merah Putih. Nanti ini bisa dimanfaatkan, koperasi Merah Putih bisa menyalurkan briket dari tongkol, bisa juga menyalurkan pupuk dari batu bara dan sebagainya,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















