Wabup Debby juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan koperasi. Menurutnya, manajemen berbasis digital akan memudahkan pengurus dalam pencatatan, pengawasan, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.
“Digitalisasi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan agar koperasi dapat bersaing dan memberikan kontribusi maksimal terhadap ekonomi desa,” tegasnya.
Kegiatan ini tidak hanya menyajikan materi tentang tata kelola dan manajemen digital, tetapi juga menjadi sarana penguatan kapasitas SDM pengurus koperasi. Dengan kompetensi yang meningkat, pengurus diharapkan lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi dan mampu memaksimalkan peran koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wabup Debby berharap pelatihan ini menjadi awal baru yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Bangka Selatan. Ia menegaskan, kegiatan ini bisa menjadi momentum penting bagi pengurus koperasi desa dan kelurahan untuk terus berkembang, berinovasi, dan berperan maksimal dalam memajukan ekonomi lokal.
“Saya percaya, dengan pengelolaan koperasi yang lebih baik, digitalisasi yang tepat, dan semangat gotong royong yang kuat, koperasi dapat menjadi pilar ekonomi desa yang tangguh, inovatif, dan menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Acara pembukaan pelatihan ini dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM RI, Ambar Pertiwiningrum; Kepala Dinas Koperasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; Kepala Dinas DKUKMindag Bangka Selatan; Kasdim 0432/Bangka Selatan; dan Kabid Koperasi Bangka Selatan. Kehadiran para pejabat ini menegaskan pentingnya kegiatan sebagai momentum peningkatan kapasitas pengurus koperasi di daerah.
















