Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Selatan

Demi Bangun Desa Terluar, Satgas TMMD Angkut PC hingga Semen Pakai Kapal Kayu ke Pulau Lepar

×

Demi Bangun Desa Terluar, Satgas TMMD Angkut PC hingga Semen Pakai Kapal Kayu ke Pulau Lepar

Sebarkan artikel ini
Demi Bangun Desa Terluar, Satgas TMMD Angkut PC hingga Semen Pakai Kapal Kayu ke Pulau Lepar

“Kami memastikan seluruh material dalam jumlah dan kualitas yang dibutuhkan sampai tepat waktu. Keterbatasan akses bukan halangan. Ini komitmen TNI untuk hadir membangun negeri dari daerah terpencil,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Pengiriman alat berat dari luar pulau terpaksa dilakukan karena minimnya ketersediaan alat dan bahan bangunan di lokasi sasaran. Tanpa suplai tersebut, pembukaan jalan persawahan sepanjang 5,5 kilometer dan pembangunan infrastruktur lainnya tak mungkin dipercepat.

Di lokasi pembangunan, alat berat yang sebelumnya berdiri kokoh di atas kapal kini mulai bekerja membelah tanah, meratakan badan jalan, dan membuka akses yang selama ini terisolasi. Sementara di titik lain, tumpukan semen dan kayu segera digunakan untuk merehabilitasi rumah warga yang tak layak huni.

Semangat gotong royong terlihat nyata. Warga membantu mengangkat material, mendorong gerobak, hingga menata bahan bangunan. Mereka paham, jalan dan rumah yang dibangun itu bukan hanya proyek sementara, melainkan harapan jangka panjang bagi desa.

Pulau Lepar yang selama ini terkendala akses perlahan berubah. Jalan baru akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya angkut hasil kebun, dan membuka konektivitas ekonomi. RTLH yang direhabilitasi memberi rasa aman bagi keluarga yang sebelumnya tinggal di rumah nyaris roboh.

Perjuangan mengangkut alat berat dengan kapal kayu mungkin hanya berlangsung 30 menit di laut. Namun dampaknya bisa dirasakan bertahun-tahun oleh masyarakat.

Bagi Satgas TMMD, perjalanan itu bukan sekadar distribusi logistik. Ia adalah simbol kehadiran negara hingga ke wilayah terluar , memastikan tak ada desa yang tertinggal, meski harus ditempuh lewat ombak dan kapal kayu sederhana.

“Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, TNI akan terus hadir,” pungkas Kapten Inf Tri Wahyudi. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel