Sebelum direhab, Mushola Al Munawar terlihat kusam dan kurang terawat. Beberapa bagian cat memudar, fasilitas wudhu mengalami kerusakan ringan.
Kepala Desa Penutuk, Juniharso, menyampaikan apresiasi atas program TMMD tersebut.
“Warga sangat terbantu. Apalagi akses ke kota harus menyeberang dulu, jadi perbaikan fasilitas cukup terkendala. Alhamdulillah, dengan bantuan TNI, progresnya sangat cepat dan semangat gotong royong warga semakin solid,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan mushola yang lebih layak akan meningkatkan kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah, khususnya selama Ramadhan.
Program TMMD ke-127 di Pulau Lepar tak hanya menyasar pembangunan jalan dan rumah tidak layak huni, tetapi juga sarana ibadah sebagai bagian dari sasaran tambahan.
Kehadiran Satgas TMMD di desa kepulauan itu menjadi bukti komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat di wilayah terpencil.
Di tengah keterbatasan geografis, semangat kebersamaan justru tumbuh kuat.
Prajurit dan warga bekerja berdampingan. Ada yang mengecat, memperbaiki instalasi, hingga membersihkan area sekitar mushola.
Targetnya jelas: seluruh pekerjaan rampung tepat waktu sebelum penutupan program TMMD, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. (*)
















