Oleh karena itu, ia mengajak seluruh unsur pimpinan—mulai dari menteri, gubernur, bupati, hingga walikota—untuk bekerja lebih keras membenahi kekurangan.
Dalam upaya menjaga kekayaan negara dari kebocoran akibat korupsi, penyelundupan, dan penyalahgunaan kekuasaan, pemerintah pusat mengambil sikap tegas.
Prabowo memberikan ultimatum kepada para pejabat yang tidak kompeten atau berniat memperkaya diri sendiri. Ia memastikan penegakan hukum akan berjalan tanpa intervensi.
“Kita terus melakukan upaya menegakkan hukum, mengusut segala penyelewengan. Kita tidak akan ragu-ragu copot pejabat yang tidak mampu tanpa memandang bulu, tanpa melihat partai mana, suku mana, atau agama mana,” tegas Prabowo.
Ia menambahkan bahwa pejabat yang tidak setia menjalankan amanat rakyat dipersilakan untuk berhenti dari jabatannya.
Langkah pembersihan ini dinilai krusial agar potensi ekonomi Indonesia tidak terhambat oleh perilaku pejabat nakal yang merugikan rakyat.
Herman Yakub.
















