Prabowo menyebut, pemerintah mulai mengambil langkah untuk menutup celah-celah kebocoran tersebut. Upaya itu diyakininya akan semakin memperkuat kemampuan negara dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tapi kita mulai menutup, kita mulai menghentikan itu. Insya Allah, negara kita akan tambah kuat,” katanya.
Selain menutup kebocoran anggaran, kata Prabowo, pemerintah juga telah melakukan penghematan yang nilainya telah mencapai ratusan triliun rupiah. Dana hasil penghematan tersebut diarahkan untuk kepentingan masyarakat, terutama kelompok yang paling miskin dan tidak berdaya.
“Uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya,” ujarnya.
Di hadapan para ulama dan keluarga besar Nahdlatul Ulama, Prabowo juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran NU dalam menjaga persatuan dan kehidupan kebangsaan. Prabowo secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para kiai, nyai, santri, dan santriwati yang selama ini ikut berkontribusi bagi bangsa.
“Terima kasih NU, terima kasih para kyai, terima kasih para ibu-ibu nyai, terima kasih para santri santriwati, NU kuat, artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berhikmat, Indonesia bermartabat,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















