Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Selatan

Di Tengah Isu Pewarna Tekstil, Pembuat Terasi Rumahan Toboali Tetap Jaga Keaslian Olahan

×

Di Tengah Isu Pewarna Tekstil, Pembuat Terasi Rumahan Toboali Tetap Jaga Keaslian Olahan

Sebarkan artikel ini
Di Tengah Isu Pewarna Tekstil, Pembuat Terasi Rumahan Toboali Tetap Jaga Keaslian Olahan

“Udang yang masih segar aromanya lain, rasanya gurih, tidak pahit, dan warnanya memang sudah agak kemerahan. Makanya saya selalu mengolah udang langsung setelah pulang dari laut,” tuturnya.

Udang segar tersebut dicuci lalu dijemur, setelah itu ditumbuk dan dicampur garam halus sebagai penambah rasa sekaligus pengawet alami. Adonan kemudian dibiarkan semalaman untuk fermentasi, dijemur kembali, lalu ditumbuk halus hingga siap dibentuk menjadi terasi.

Menanggapi temuan pewarna tekstil oleh BPOM, lelaki paruh baya itu menyebut bahwa warna terasi alami memang tidak selalu seragam. Variasi warna dipengaruhi jenis udang dan proses pembuatannya.

Terasi asli Toboali, tidak akan berwarna merah menyala atau terlalu pucat, karena warna mencolok biasanya berasal dari pewarna buatan. Warna alami terasi lokal adalah cokelat kemerahan atau kecokelatan, yang merupakan warna alami dari pigmen udang rebon yang terfermentasi

“Jadi tidak perlu pakai pewarna. Udang itu sendiri sudah memberi warna khas terasi,” ujarnya.

Di tengah kekhawatiran warga setelah temuan BPOM, ia berharap pembeli lebih cermat memilih terasi. Menurutnya, terasi asli memiliki warna lembut dan aroma alami yang menjadi ciri khasnya.

“Hanya dengan melihat saja sebenarnya sudah bisa dibedakan mana terasi asli dan mana yang tidak,” pungkasnya. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel