Kebutuhan air sangat mendesak untuk menunjang proses tanam padi, namun kondisi irigasi yang rusak membuat lahan pertanian tidak dapat digarap secara maksimal. Petani lainnya pun menyampaikan keluhan serupa dan berharap dinding irigasi yang jebol segera diperbaiki.
“Iya, yang di atas tolong segera diperbaiki. Sawah kami yang di bawah sudah masuk masa tanam, tapi tidak dapat air. Kami butuh air untuk mengisi petak sawah,” ujar salah satu petani yang enggan disebutkan namanya.
Ironisnya, saluran irigasi ini baru saja diperbaiki lewat proyek dengan anggaran besar sekitar tahun lalu. Namun, kerusakan yang kembali terjadi dalam waktu singkat memunculkan keraguan soal kualitas pengerjaan proyek tersebut.
Para petani pun berharap pemerintah segera bertindak cepat dan serius memperbaiki irigasi ini. Mereka khawatir jika kerusakan berlarut, bisa mengancam panen dan berdampak pada ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat di wilayah lumbung pangan terbesar Babel ini.
Tanpa perbaikan segera, kekhawatiran akan gagal panen semakin nyata. Petani pun menuntut pemerintah daerah dan instansi terkait untuk lebih responsif dan tidak mengabaikan persoalan yang sudah terjadi sejak lama ini. (*)
















