“Untuk meningkatkan keselamatan pelayaran diantaranya penguatan regulasi peningkatan inovasi teknologi peningkatan infrastruktur melalui optimalisasi fasilitas pelabuhan termasuk untuk mendukung keselamatan khususnya selama periode sibuk seperti Natal dan tahun Baru,” tuturnya.
“Menjelang periode tahun baru aktivitas angkutan laut dan penyeberangan meningkat sangat signifikan dan salah satu jalur penyeberangan paling vital adalah pelabuhan merak sebagai motornya yang menjadi pintu utama antara pulau Jawa dan pulau Sumatera,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu Muhammad Masyhud menambahkan Keamanan pelayaran khususnya bagi para nelayan yang tiap hari bergantung pada laut sebagai sumber kehidupan melalui penyerahan buku pelaut merah dan pas kecil.
“Pemerintah ingin memberikan kemudahan bagi nelayan dalam memperoleh identitas resmi legalitas berlayar serta akses yang lebih mudah terhadap pelayanan keselamatan dan perlindungan ketika berada di laut,” tutupnya.
Kepala KSOP Kelas 1 Banten memberikan Life Jacket kepada para nelayan di Kota Cilegon
Disisi lain, Kepala KSOP Kelas 1 Banten Bharto Ari Raharjo mengatakan bahwa pasca acara Kampanye Keselamatan Pelayaran Peningkatan dan Pengawasan Budaya Keselamatan Pelayaran Banten pihaknya memberikan life Jacket untuk para nelayan di wilayah Cilegon.
“Dengan adanya kampanye keselamatan pelayaran diharapkan para nelayan juga dapat meningkatkan kesadaran akan keselamatan, pengetahuan prosedur keselamatan di sektor kelautan,” katanya
Sementara itu ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon, Supriyadi mengapresiasi stakeholder Kementerian Perhubungan melalui Direktorat jenderal Perhubungan Laut atas terselenggaranya Kampanye Keselamatan Pelayaran Peningkatan dan Pengawasan Budaya Keselamatan Pelayaran Banten.
“Melalui kegiatan ini harapannya kepada para Nelayan khususnya di Kota Cilegon menjadi lebih sadar dan terampil dalam mengidentifikasi bahaya dan menggunakan alat keselamatan serta memahami prosedur darurat. Ini secara langsung mengurangi risiko kecelakaan, kehilangan jiwa dan kerusakan kapal,” ungkapnya.
Diketahui pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan Penyerahan secara simbolis kepada Nelayan berupa buku pelaut merah, pas kecil, life Guard Life Jaket dan Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kelancaran dan keselamatan transportasi di Wilayah angkutan penyebarangan merak dan Bakauheni.
Dan Penyerahan penghargaan piagam dan pelekat dari kementrian perhubungan RI kepada Kepala KSOP Kelas 1 Banten, KSOP Kelas IV Bakauheni, BPTD Banten dan BPTD Lampung serta dilanjutkan dengan diskusi publik yang dihadiri 150 peserta.
Bagindo Yakub.
















