Ia pun meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk menggencarkan sosialisasi agar kesempatan tersebut tidak terlewatkan masyarakat.
“Jangan sampai momen ini tidak dimanfaatkan. Jarak Bangka Selatan ke Pangkalpinang cukup jauh. Dengan layanan ini tentu lebih efisien dari sisi waktu dan biaya,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Dokumen Perjalanan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Dheka Triandy, mengatakan layanan jemput bola ini memang menyasar wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari kantor imigrasi.
Menurutnya, Bangka Selatan termasuk daerah dengan tingkat partisipasi masyarakat paling tinggi dalam setiap kegiatan layanan paspor keliling.
“Kalau kita lihat dari data, antusiasme masyarakat Bangka Selatan luar biasa. Rata-rata pemohon membuat paspor untuk berangkat umroh,” ungkapnya.
Selain di Toboali, layanan serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah lain di Bangka Belitung, termasuk Pulau Lepar dan beberapa kabupaten lainnya.
Pihak Imigrasi berharap pelayanan di Bangka Selatan dapat terus berlanjut dan berpotensi menjadi agenda permanen, tergantung evaluasi dan dukungan dari pemerintah daerah.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat di Bangka Selatan cukup besar. Selama antusiasme ini terus ada dan dukungan dari pemerintah daerah berjalan baik, kami siap menghadirkan pelayanan yang lebih maksimal dan berkelanjutan ke depannya,” pungkas Dheka Triandy. (*)
















