Dalam paparannya, Leo juga menyoroti rendahnya literasi digital di Indonesia, yang menjadikan hal itu sebagai tantangan besar.
“Berdasarkan data UNESCO tahun 2021, hanya 1 dari 1.000 orang di Indonesia yang memiliki minat membaca, bahkan hoaks kerap kali disebarkan oleh mereka yang tidak paham akan validitas informasi yang dibagikan,” terangnya.
Oleh karena itu, kata Leo, selain meningkatkan keterampilan membaca, Diskominfo Babel juga menekankan pentingnya literasi digital untuk membantu masyarakat memahami informasi secara lebih kritis.
Dirinya juga menggarisbawahi, bahwa meningkatkan literasi digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas. Generasi (Gen) Z menjadi sasaran utama dalam program ini, mengingat tingginya tingkat aktivitas mereka di media sosial dan kebutuhan akan eksistensi digital.
“Dengan mendidik dan melibatkan Gen Z sebagai duta literasi digital, diharapkan mereka dapat menjadi Duta yang bisa mengedukasi orang tua, saudara, dan teman-temannya, yang pada akhirnya dapat berkontribusi dalam membangun budaya literasi digital yang lebih kuat di Indonesia,” harapnya.
Selain meluncurkan kampanye Babel Semakin Cakap Digital yang sudah berjalan sejak setahun lalu melalui Bidang IKP, Diskominfo Babel juga membangun platform bacayuk.id sebagai wadah media bersama.
“Kemarin, kami berkolaborasi dengan berbagai instansi vertikal dan masyarakat untuk menciptakan media yang dapat diakses oleh seluruh elemen masyarakat. Sebanyak 80 instansi turut serta dalam menyediakan siaran pers resmi, sehingga platform ini menjadi rujukan terpercaya bagi masyarakat,” sebutnya.
bacayuk.id hadir untuk mengatasi maraknya berita hoaks yang sering muncul di ruang publik. Melalui media ini, masyarakat dapat memperoleh informasi yang telah diverifikasi secara akurat.
“Kami berharap platform ini dapat membantu meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya dalam memilah informasi yang benar dan menepis kabar bohong,” pungkasnya.
Hadir sebagai narasumber lain dalam kegiatan ini, Rektor Universitas Pertiba, Dr. Suhardi, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pertiba, Dr. Syafri Hariansah, Ketua Prodi Magister Pertiba, Dr. Juhari, Ketua KPU Babel, M. Husin, Ketua Bawaslu Babel, Em Osykar, Polda Babel, Kompol Jadiman Sihotang, Ketua KPID Bangka Belitung, M Adha Al-Qodri, Ketua MUI Babel, Prof KH Zayadi dan Kepala Stasiun TVRI Babel, Emirizon. Turut menyaksikan, mahasiswa Universitas Pertiba yang memenuhi Aula.



















