Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Selatan

Diterpa Kasus Asusila, Muspincam Payung Gelar Rapat Bahas Tahfidz Guntur, Ini Hasilnya

×

Diterpa Kasus Asusila, Muspincam Payung Gelar Rapat Bahas Tahfidz Guntur, Ini Hasilnya

Sebarkan artikel ini
Diterpa Kasus Asusila, Muspincam Payung Gelar Rapat Bahas Tahfidz Guntur, Ini Hasilnya

Kepala SMPN 5 Payung menjelaskan bahwa beberapa santri Yayasan Guntur terdaftar di sekolahnya. Untuk memastikan proses belajar tetap berjalan, pihak sekolah telah membuka dua kelas di Pangkalan Batu dan mengirim guru secara langsung. Namun akses jalan yang sulit dan sinyal internet yang buruk menjadi tantangan tersendiri.

Senada, perwakilan SDN 12 Payung menyebutkan bahwa sebanyak 27 santri Yayasan terdaftar di sekolah mereka, termasuk 6 siswa kelas 6 yang akan mengikuti ujian pada awal Juni.

“Kami berharap para siswa tetap mengikuti ujian. Sekolah akan berkoordinasi dengan desa untuk menyiapkan penginapan sementara bagi siswa selama ujian berlangsung,” ujar perwakilan SDN 12.

Pengasuh dan Pemerintah Desa Dukung Keberlanjutan Yayasan

Ustadzah Imroati selaku pengasuh menyampaikan harapan agar Yayasan bisa tetap melanjutkan aktivitas pendidikan, sesuai amanah dari MG. Ia meminta kepercayaan dari para wali murid untuk tetap menitipkan anak-anak di pondok.

“Kami berharap para wali murid percaya pada kami untuk menitipkan anak-anaknya kepada kami,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Ranggung, Suhar mengakui bahwa kasus ini sudah menyebar luas hingga tingkat nasional. Ia berharap Yayasan tetap bisa beroperasi namun dengan catatan adanya keterbukaan dan komunikasi aktif dengan pihak Kecamatan dan Pemerintah Desa.

“Jika Yayasan tetap jalan, kami minta pihak pengurus lebih terbuka. Kami juga membuka opsi penampungan santri di rumah-rumah warga,” ujarnya.

Kondisi Psikologis Santri Dikhawatirkan, Butuh Solusi Segera

Dari laporan hasil monitoring, diketahui bahwa sebagian besar santri masih ingin melanjutkan pendidikan di Yayasan Tahfidz Quran Guntur. Namun, perasaan trauma dan ketakutan tetap membayangi mereka.

Pihak kepolisian dan Muspincam merekomendasikan adanya pendampingan psikologis secara intensif, serta koordinasi lintas instansi untuk memastikan kelanjutan pendidikan santri.

Wali murid pun menyuarakan kebutuhan mendesak seperti pengadaan seragam, buku, serta pemulihan mental anak-anak. Beberapa bahkan meminta agar santri diizinkan menginap di sekolah agar merasa lebih aman.

Pertemuan berakhir dalam suasana aman dan kondusif. Muspincam Payung merencanakan laporan langsung ke Kapolres Bangka Selatan dan akan melakukan penggalangan kepada warga untuk menciptakan situasi yang tetap stabil.

Langkah koordinasi lanjutan akan terus dilakukan demi masa depan pendidikan para santri yang kini menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat Kecamatan Payung. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel