Untuk kebutuhan makan pun, Sekolah Rakyat sudah menyediakan. Dia mendapatkan makan tiga kali sehari dan asupan makanan kecil dua kali sehari.
Dan yang menyenangkan baginya adalah dia bisa fokus untuk mempelajari seni yang menjadi salah satu kesukaannya. “Saya pengen ke Jepang,” ujar dia.
Kecewakah dengan sang ibu yang meninggalkannya? Rafika justru merasa kangen. Dia ingin tahu kabar ibunya. Andai bisa bertemu lagi dengan ibunya, Rafika justru ingin mencurahkan hatinya.
“Aku ingin menyampaikan kalau aku sayang ibu. Aku cuma punya ibu. Ayah sudah gak ada. Jadi, ibu tolong ngertiin aku,” kata dia.
Kartini (67 tahun), nenek Rafika, bersyukur cucunya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat. Kartini sudah mengasuh Rafika sejak masih kelas 5 SD.
“Dia itu anak pintar. Rafika bahkan mengurusi kakeknya yang sakit,” kata Kartini haru ditemui di rumahnya di Dusun Gayam, Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen.
Herman Yakub.


















