Abu menambahkan, Pendidikan Kader Loyalis merupakan agenda nasional yang digagas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bangka Selatan.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, seluruh pengurus dan kader PKB semakin memiliki rasa memiliki terhadap partai, sehingga mampu bekerja nyata di tengah masyarakat.
“Kita ingin seluruh kader semakin loyal kepada PKB dan benar-benar hadir untuk melayani masyarakat. Karena hakikatnya, kita adalah pelayan rakyat, bukan untuk dilayani,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah PKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agam Dliya Ul Haq, menegaskan bahwa Pendidikan Kader Loyalis difokuskan untuk memperkuat pemahaman kader mengenai jati diri, sejarah, serta pola berpolitik khas PKB.
“Kader PKB harus paham apa itu PKB, bagaimana cara berpolitik ala PKB, dan bagaimana sejarah lahirnya PKB. Inilah yang menjadi fokus utama dalam pendidikan kader hari ini,” ujar Agam.
Menurut Agam, penanaman rasa cinta dan rasa memiliki terhadap partai menjadi kunci agar PKB mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, khususnya Bangka Selatan.
“Jika kader memiliki rasa cinta dan rasa memiliki terhadap partai, maka PKB akan semakin kuat dan mampu memberi warna serta kontribusi besar bagi pembangunan daerah,” katanya.
Agam juga menyatakan optimismenya terhadap masa depan PKB di Bangka Selatan. Ia menilai, dengan penguatan kader yang konsisten, PKB memiliki peluang besar meningkatkan perolehan kursi pada pemilihan legislatif mendatang.
“Kami optimistis ke depan PKB Bangka Selatan semakin kuat. Target kami, seluruh daerah pemilihan bisa terisi, sehingga PKB memiliki kekuatan yang cukup untuk mengusung kader sendiri pada kontestasi Pilkada 2030,” tegas Agam. (*)



















