Ia menegaskan jalur penyeberangan Bangka-Belitung merupakan urat nadi distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Karena itu, penanganan kerusakan dermaga tidak boleh berlarut-larut.
“Ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga menyangkut roda ekonomi. Jangan sampai distribusi barang ke masyarakat terganggu karena akses penyeberangan terhenti,” tegasnya.
Dalam audiensi tersebut, DPRD juga menerima informasi bahwa kerusakan Dermaga Sadai tergolong berat. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan menyeluruh mencapai sekitar Rp80 miliar.
DPRD Babel akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mendorong percepatan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Sementara itu, pengalihan layanan ke Pelabuhan Pangkalbalam diharapkan menjadi solusi jangka pendek agar arus logistik, penumpang, dan aktivitas ekonomi antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung tetap berjalan normal.
















