“Setelah tahap ini selesai, badan anggaran DPRD bersama tim anggaran pemerintah daerah Bangka Belitung baru akan membedah alokasi dana secara mendalam dan spesifik,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Babel Hidayat Arsani mengapresiasi kesepakatan tersebut. Dia mengatakan penyesuaian anggaran diperlukan agar belanja daerah lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
“Saya mengucapkan terima kasih karena telah diberikan ruang untuk melakukan penyesuaian dalam perubahan anggaran. Semoga melalui perubahan ini, anggaran dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembangunan serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hidayat.
Hidayat menyebut tambahan kapasitas fiskal pada KUA-PPAS 2027 dibandingkan APBD murni 2026 akan diarahkan untuk program prioritas, antara lain pengentasan kemiskinan, penguatan infrastruktur, pemulihan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja.
Kesepakatan RKUA-PPAS tersebut menjadi pijakan formal dalam penyusunan APBD mendatang agar program dan alokasi anggaran lebih terarah serta menjawab kebutuhan masyarakat.














