Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita

Dua Tahun Gerak Nyata, Deretan Alutsista Baru Perkuat Pertahanan Indonesia

×

Dua Tahun Gerak Nyata, Deretan Alutsista Baru Perkuat Pertahanan Indonesia

Sebarkan artikel ini

Kemampuan angkut tersebut juga berguna dalam misi kemanusiaan. A400M telah dikerahkan untuk mendukung pengiriman logistik bagi korban gempa di Sumatra dan Aceh.

Sementara itu, jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis, mulai tiba pada 2026. Dari total 42 unit yang dipesan, enam pesawat dilaporkan telah berada di Indonesia dan ditempatkan di Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Rafale memiliki kecepatan maksimum Mach 1,8 dan mampu membawa persenjataan hingga 9.500 kilogram. Kehadirannya diharapkan meningkatkan kesiapan TNI AU dalam menjaga ruang udara nasional.

Indonesia juga menerima empat unit Dassault Falcon 8X. Jet berkapasitas 13–16 penumpang ini memiliki jangkauan terbang hingga 11.945 kilometer, sehingga dapat menunjang kebutuhan mobilitas udara jarak jauh.

Lalu, untuk melengkapi kemampuan matra udara ini, juga didatangkan delapan unit helikopter H225M Caracal dan dua unit helikopter H225T VVIP. Kedua tipe helikopter ini sebagai penunjang kebutuhan angkut taktis militer.

*Mi-35M dan Kendaraan Amfibi Perkuat Kemampuan Operasional*

Di lingkungan TNI Angkatan Darat, dua helikopter Mi-35M buatan Rusia diterima pada pertengahan 2026 dan mulai beroperasi di Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, pada awal September.

Meski memiliki kemampuan tempur, helikopter tersebut direncanakan lebih banyak mendukung pengiriman logistik di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis.

Sementara itu, Korps Marinir TNI AL menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAV-M35 buatan Amerika Serikat pada September 2026. Kendaraan ini mampu membawa 24 personel dan bergerak di darat maupun air.

Ditenagai mesin berkekuatan 525 horsepower, AAV-M35 dapat melaju hingga 75 kilometer per jam di darat dan 15 kilometer per jam di air.

Kendaraan tersebut juga dilengkapi senapan mesin kaliber 12,7 milimeter serta pelontar granat otomatis 40 milimeter untuk mendukung operasi tempur.

Ragam alutsista baru tersebut menunjukkan upaya memperkuat kemampuan TNI di berbagai matra.

Dalam semangat Dua Tahun Gerak Nyata, penguatan alutsista diharapkan membangun TNI yang semakin tangguh dan efektif. Tujuannya bukan sekadar menjaga kedaulatan, melainkan juga memastikan negara memiliki kemampuan lebih baik untuk melindungi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.

Herman Yakub.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel