Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita

Dua Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50

×

Dua Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50

Sebarkan artikel ini

Pertama, pemerintah berpotensi memperoleh tambahan penerimaan perpajakan yang dapat dialokasikan kembali untuk membiayai program prioritas, seperti perlindungan sosial, pemerataan pendidikan, dan perluasan akses kesehatan.

Kedua, kebijakan ini diperkirakan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, yang selanjutnya berpotensi memperbaiki pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Kementerian ESDM mencatat bahwa program B50 diproyeksikan dapat menyerap 2,1 juta tenaga kerja dan turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketiga, peningkatan penyerapan CPO untuk kebutuhan B50 dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada ekspor CPO mentah. Dengan demikian, harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani sawit diharapkan lebih terlindungi dari penurunan tajam ketika harga global bergejolak.

“Sehingga, hal ini dapat membantu memberikan kepastian pasar bagi petani sawit,” ujarnya.

*Gerak Nyata Prabowo Menuju Energi Hijau*

Selain memberikan manfaat ekonomi, mandatori B50 juga menjadi langkah penting pemerintah dalam mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih.

Dalam hal ini, B50 diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi fosil. Program ini diproyeksikan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton karbon dioksida pada 2026.

B50 menjadi salah satu langkah strategis Prabowo untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini berjalan beriringan dengan program strategis lainnya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp) dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Mengingat pentingnya B50 dalam mewujudkan kemandirian energi, Prabowo pada Agustus lalu menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji implikasi jika Indonesia nantinya mengadopsi B60 hingga B100.

“Saya menuntut bahwa kemandirian energi B40 tidak cukup. Bahkan, pada saat itu, saya mendorong ke arah B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya bahwa dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi. Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa,” ujar Prabowo pada Juli silam.

Herman Yakub.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel