“Hal ini diharapkan mendukung penurunan emisi sebesar 400 juta ton CO2 pada 2030,” katanya.
Sementara itu, Asmen Operasi Pemeliharaan dan Pembangkit PT PLN Persero UPK Babel, Fajri Hutazami, menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan inisiatif PLN dalam co-firing, yaitu penggunaan woodchip sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi emisi karbon.
“PLN menargetkan penggunaan 60.000 ton woodchip di PLTU Air Anyir pada 2025. Saat ini, baru 13% woodchip digunakan, dan kami berharap bisa mencapai 25% jika pasokan bahan baku tersedia,” jelas Fajri.
Department Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa PT Timah berkomitmen mendukung ketahanan energi melalui penggunaan energi ramah lingkungan dan pengurangan karbon.
“Inisiatif ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tantangan industri global yang semakin berorientasi pada ekonomi hijau,” ujar Anggi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan ketahanan energi dan mendukung program pemerintah menuju transisi energi berkelanjutan.















