Ia menambahkan, sampah anorganik yang terkumpul akan disalurkan ke Bank Sampah Desa Air Ruai untuk diolah kembali, sementara sampah organik akan dijadikan kompos bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Ismir Rachmaddinianto, mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk mendukung sekolah berbasis lingkungan.
“Bantuan ini tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga edukasi pemilahan sampah dan pelestarian lingkungan,” kata Ismir.
Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menegaskan dukungan terhadap pendidikan berbasis lingkungan akan terus dilakukan.
“Dengan menyediakan tempat sampah terpilah, siswa didorong membiasakan memilah sampah organik, anorganik, dan B3. Kebiasaan ini membentuk kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah,” jelas Anggi.
Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan seni siswa, termasuk tari sapu lidi yang mengajak menjaga kebersihan lingkungan, serta kampanye pilah sampah melalui orasi dan poster kreatif. (*)
















