“Selain itu, potensi pemberdayaan masyarakat di sektor ini juga cukup besar jika dikelola secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ira juga menegaskan program TJSL PLN ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Ke depan, PLN akan terus berkolaborasi bersama pemda dan kelompok tani untuk menyusun pola pemberdayaan hingga pemanfaatan hasil panen kaliandra sebagai bahan bakar biomassa untuk mendukung energi bersih di Bangka Belitung.
“Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kelompok masyarakat menjadi fondasi penting, terutama untuk membangun ekosistem energi berkelanjutan, khususnya di seluruh wilayah Bangka Belitung,” ujar Ira.
Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, mengapresiasi inisiatif PLN yang dinilai tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi turut mendorong pemulihan lingkungan dan ekonomi warga.
“Ini langkah konkret yang memulihkan lahan kritis dan sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengembangan biomassa. Pemda siap mendukung penuh,” kata Khairil.
Senada dengan Bupati, Kepala KPHP Gunung Duren, Jookie Vebriansyah, memastikan pihaknya akan terus mendampingi kelompok tani mulai dari penyiapan lahan, penanaman hingga pengawasan pertumbuhan tanaman.
“Kaliandra ini sangat produktif dan berpotensi menopang ekonomi warga. Pendampingan kami pastikan terus berjalan agar hasilnya maksimal,” ujarnya.














