“Banyak banget (fasilitasnya) disini lengkap semua. Dari tas dikasih, laptop dikasih, fasilitas untuk belajar juga dikasih. Gratis semua,” kata Hendi.
Tak hanya itu, kebutuhan dasar seperti makan pun terjamin. Ia mengaku kini bisa mendapatkan makan tiga kali sehari, ditambah dua kali snack—sesuatu yang sebelumnya tidak selalu ia rasakan.
Bagi Hendi, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Ini adalah titik balik dalam hidupnya, tempat di mana ia kembali membangun mimpi yang sempat terhenti. “Cita-cita saya ingin kerja di Jepang,” katanya.
Dengan semangat baru, Hendi kini menatap masa depan dengan lebih optimistis. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan melalui program Sekolah Rakyat.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo karena telah memberikan program sekolah rakyat. Dengan sekolah ini, saya semoga bisa menggapai cita-cita saya,” harap Hendi. Ia juga turut mendoakan kesehatan Presiden Prabowo Subianto yang telah menginisiasi program tersebut.
Kisah Hendi menjadi gambaran nyata bagaimana Sekolah Rakyat membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dari bengkel kecil tempat ia bekerja, kini ia melangkah kembali ke ruang kelas—membawa harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.
Herman Yakub.





















