Ia menilai kemenangan dalam Pilkades bukan semata-mata soal perolehan suara, melainkan tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui kerja nyata.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Jeriji yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepada saya. Tentunya ini bukan sekadar kemenangan dalam Pilkades, tetapi merupakan tanggung jawab besar yang harus saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Wiwin.
Menurutnya, pengalaman selama menjadi jurnalis menjadi bekal berharga dalam memahami berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat.
“Selama menjadi jurnalis, saya banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat dan melihat berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. Kini saya mendapat amanah untuk berada di dalam pemerintahan desa dan berbuat secara langsung untuk masyarakat,” katanya.
Wiwin menegaskan siap menjalankan tugas sebagai Kepala Desa Jeriji dengan mengedepankan keterbukaan, komunikasi, dan pelayanan publik.
“Saya siap mengabdikan diri untuk Desa Jeriji. Saya ingin pemerintahan desa terbuka, mudah berkomunikasi dengan masyarakat, dan yang paling penting masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan baik,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Jeriji untuk bersama-sama membangun desa tanpa lagi melihat perbedaan pilihan politik dalam Pilkades.
Menurutnya, seluruh masyarakat memiliki kedudukan yang sama dalam pembangunan desa sehingga tidak boleh ada lagi sekat akibat perbedaan pilihan saat pemilihan berlangsung.
“Kontestasi Pilkades sudah selesai. Sekarang tidak ada lagi nomor satu, nomor dua atau nomor tiga. Kita semua adalah masyarakat Desa Jeriji. Mari bersama-sama membangun desa ini agar lebih maju, dan saya terbuka terhadap kritik maupun saran dari masyarakat,” pungkasnya. (*)
















