Menurut Deka, membludaknya jumlah pengunjung pada malam penutupan berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan para pedagang. Bahkan, lanjut Deka, sejak sore hingga konser berakhir, kawasan stan UMKM dipadati masyarakat yang berburu aneka kuliner, minuman, hingga produk-produk khas Bangka Selatan.
“Para pedagang mengaku mengalami lonjakan pembeli pada malam puncak. Kondisi itu membuat omzet mereka meningkat cukup signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya,” katanya.
Deka menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event berskala besar mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku UMKM.
Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Bangka Selatan.
“Tentunya kami sangat mengapresiasi kepada Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bangka Selatan yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena terbukti memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM sekaligus mendukung promosi pariwisata daerah,” tutupnya.
Toboali Holidays Fest 2026 digelar selama empat hari di kawasan Basel Sport Center tersebut hasil kolaborasi dari IJTI Korda Bangka Selatan bersama pemerintah daerah sempat dan Polres Bangka Selatan dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.
Selain menyuguhkan beragam hiburan bagi masyarakat, festival tersebut menjadi wadah promosi sektor pariwisata, seni budaya, serta pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan sekitar 250 pelaku UMKM dari Bangka Selatan maupun sejumlah daerah lainnya. (*)
















