Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi juga menjadi langkah penting dalam strategi ini. Ia menekankan pentingnya penggunaan media sosial, e-commerce, dan platform kreatif lainnya untuk membantu milenial memasarkan produk mereka secara global, disertai kampanye literasi digital untuk meningkatkan keterampilan mereka.
Kerja sama dengan perusahaan besar dan pemerintah juga dinilai penting. Erzaldi menilai kemitraan ini dapat memberikan akses pada program kompetisi, pendanaan, dan peluang pasar melalui program magang, kompetisi karya, atau dana hibah bagi ide-ide kreatif milenial.
Ia pun mendorong penyelenggaraan festival dan pameran karya untuk menampilkan produk ekonomi kreatif kaum muda. Menurutnya, acara-acara ini bisa menjadi peluang bagi milenial untuk dikenal publik, menarik minat investor, serta memperluas jaringan profesional.
Erzaldi juga mengusulkan kampanye untuk mendukung produk lokal yang dihasilkan oleh anak muda. Kampanye “Beli Lokal” dapat meningkatkan apresiasi terhadap produk-produk ekonomi kreatif dan membantu memperkenalkan karya milenial di pasar lokal.
Ia menambahkan, pendidikan kreatif dan kurikulum inovatif juga perlu diintegrasikan dalam sistem pendidikan. Pendidikan yang mendukung kreativitas sejak dini akan mempersiapkan generasi muda untuk berkarya di sektor ekonomi kreatif setelah lulus.
Untuk mendukung pembiayaan usaha, Erzaldi menyarankan adanya akses mudah pada sumber pendanaan, seperti pinjaman lunak, hibah, atau platform crowdfunding. Menurutnya, akses pembiayaan yang baik sangat penting agar ide-ide kreatif anak muda dapat terwujud menjadi bisnis yang berkelanjutan.
Erzaldi juga mengusulkan adanya platform digital khusus untuk karya kreatif milenial. Platform ini dapat menjadi tempat bagi generasi muda untuk menjual karya-karya digital, seperti ilustrasi, desain, atau konten digital lainnya, guna menjangkau pasar yang lebih luas.
“Dengan penerapan strategi-strategi ini, saya yakin ekonomi kreatif dapat berkembang pesat di Bangka Belitung dan menjadi pilar utama dalam peningkatan ekonomi daerah,” tutup Erzaldi Rosman.
















