Ia menilai, pihak penyelenggara seharusnya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Bangka Selatan untuk membuat rekayasa lalu lintas sementara. Menurutnya, kelalaian ini berpotensi menimbulkan korban di kalangan pengunjung.
“Bukan cuma saya, pengunjung lain yang datang belanja di sini juga pasti merasa waswas. Kalau sampai terjadi kecelakaan, siapa yang mau bertanggung jawab?,” tegas Anton dengan nada kesal.
Ironisnya, meski pos Dishub berada tak jauh dari lokasi, namun jalur kendaraan yang sama dengan tenda UMKM tetap dibiarkan terbuka.
Salah satu petugas Dishub yang ditemui di lokasi beralasan, penutupan jalan kerap dikeluhkan pelaku UMKM karena bisa membuat pengunjung sepi.
“Kami serba salah. Kalau ditutup, pedagang protes. Kalau tidak ditutup, pengunjung merasa khawatir,” kata petugas tersebut.
Padahal, situasi di lokasi malam itu terpantau cukup ramai. Tenda UMKM dipadati warga yang berbelanja, sementara kendaraan bermotor terus melintas di jalur yang sama. Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa memicu kecelakaan dan bahaya bagi pengunjung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara event UMKM maupun pihak-pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi. (Tcc)
















