“Kami hanya ingin warga tetap bertahan dan tidak kehilangan harapan. Kalau kondisi belum berubah, kami akan kembali turun,” tambahnya.
Keempat wartawan yang terlibat menegaskan bahwa keikutsertaan mereka bukan untuk kepentingan liputan. Mereka ikut turun tangan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga yang selama ini kerap menjadi sumber informasi dan narasumber pemberitaan.
“Kami turun bukan sebagai jurnalis, tetapi sebagai sesama manusia. Saat melihat langsung kondisi warga, rasanya tidak mungkin kami hanya berdiri sambil memegang kamera,” ujar Komarudin.
Sementara itu, Ketua RW Kampung Sawah, Abu Hasan, mengapresiasi kedatangan para relawan yang datang tanpa membawa nama lembaga maupun kepentingan tertentu. Ia menyebut bantuan ini sangat berarti bagi warga yang mulai kewalahan dengan banjir rob yang hampir terjadi setiap hari.
“Terima kasih kepada Ibu Fadilah dan para wartawan yang turun langsung membantu warga. Bantuan ini sangat kami rasakan manfaatnya, karena kondisi rob sudah membuat banyak warga kesulitan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa warga di sini tidak dibiarkan sendirian,” kata Abu Hasan.
Di lokasi yang sama, warga lainnya juga menyampaikan apresiasi atas aksi para relawan. Mereka mengaku terharu karena bantuan disalurkan secara langsung tanpa menunggu proses pendataan yang panjang, terlebih banyak warga yang kehilangan pendapatan akibat banjir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Fadilah dan rekan-rekan wartawan. Bantuan ini sangat membantu kami untuk beberapa hari ke depan,” ujar salah satu warga. (*)
















