Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Barat

Festival Literasi Bangka Barat Jadi Gerakan Sosial Melawan Buta Aksara

×

Festival Literasi Bangka Barat Jadi Gerakan Sosial Melawan Buta Aksara

Sebarkan artikel ini
Festival Literasi Bangka Barat Jadi Gerakan Sosial Melawan Buta Aksara

Pemandangan itu jadi bukti bahwa literasi bukan ruang elitis. Literasi adalah pasar rakyat baru.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangka Barat, Farouk Yohansyah, mengatakan Festival Literasi tahun ini adalah awal dari langkah panjang.

“Tahun depan kegiatan ini akan diperbesar bila anggaran pusat cair,” ujarnya singkat.

Namun, ia menegaskan, ukuran keberhasilan bukan pada besar atau megahnya acara, melainkan pada seberapa dalam festival ini menyentuh masalah akar bangsa: buta aksara dan keterlambatan sekolah.

Dua persoalan yang selama ini tak dianggap genting, tapi diam-diam melemahkan daya pikir bangsa dari dalam.

Di tengah dunia yang kini dikuasai algoritma, di mana kebenaran ditentukan oleh tren, bukan logika. Langkah Bangka Barat menjadikan literasi sebagai proyek politik dan budaya adalah bentuk keberanian membangun masa depan yang sesungguhnya.

Bangka Barat memilih jalan itu.

Festival Literasi ini menjadi pesan keras bagi publik nasional bahwa pembangunan bukan hanya soal jalan beton atau destinasi wisata, tapi juga pembangunan akal sehat dan daya pikir manusia.

Dan di Muntok, kota yang dulu menjadi tempat pengasingan Bung Karno, kota yang kini menyandang label “Pusaka” kalimat ini menemukan relevansinya yang paling jujur:

“Bangsa hanya bisa selamat bila rakyatnya membaca dan mampu menjawab zaman dengan tulisan,” pungkasnya. (blv)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel