Menurut Syarli, festival tersebut membuktikan Pangkalpinang memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, mulai dari pelaku usaha hingga generasi muda yang menguasai teknologi.
“Dari anak-anak sekolah dasar yang mahir merakit robot hingga pelaku ekraf yang menampilkan produk-produknya, semuanya adalah pahlawan ekonomi kota ini,” ujarnya.
Pada malam penutupan, panitia menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba robotik dan lomba mewarnai tingkat sekolah dasar. Penghargaan juga diberikan kepada tenant kreatif terbaik yang dinilai unggul dalam daya tarik visual dan kedisiplinan selama festival berlangsung.
Acara penutupan turut dimeriahkan penampilan seni lokal dan peluncuran lagu “Pangkalpinang” karya anak daerah yang dibawakan Akbar.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap Festival Semarak Ekraf terus berkembang menjadi agenda tahunan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap Festival Semarak Ekraf dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan Kota Pangkalpinang yang lebih meriah di masa mendatang,” kata Syarli.
















