“Basis penonton horor dan komedi berbeda, dan kami ingin merangkul keduanya,” jelas Anto.
Ia mengakui beberapa adegan sempat ditunda demi menemukan ritme yang tepat, terutama bagi pemain yang terbiasa dengan komedi panggung.
Anto secara khusus memuji Riyuka Bunga yang dinilai berhasil mengeksplorasi komedi gestur dibanding verbal.
Bucek membagikan pengalaman unik selama syuting di Ujung Genteng yang dikenal angker.
“Bagi saya film ini seperti 22 hari bersama Nyi Roro Kidul. Kadang syuting sampai jam tiga atau lima pagi, tapi suasananya tetap seru. Justru momen capek itu yang jadi kenangan,” ujarnya.
Ia menilai film ini terasa lebih natural karena memberi ruang improvisasi sehingga komedi terasa dekat dengan keseharian. Bucek berharap penonton yang biasanya takut film horor tetap bisa menikmati karena unsur komedinya sangat kuat.
Associate Producer Rangga menilai film ini menawarkan cerita berbeda dengan talenta yang kuat dan unik. Hal senada disampaikan Associate Producer Fawzanah Al Hadrah.
“Harapan kami sederhana, penontonnya banyak, filmnya disukai, dan mendapat respons positif dari masyarakat,” tuturnya.
Acara tersebut juga dihadiri Komisaris Utama PT Pertamina Retail Lia Itok Garbianto, Komisaris PT Pos Indonesia sekaligus aktor Fauzi Baadilla, perwakilan PT Pelindo Daya Sejahtera Januar Firwan, serta Fatahillah Hutagalung mewakili Ketua Umum PASKARA Jamal Mirdad.
Saat ini Beneran Horor memasuki tahap pasca produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 2026. Dengan perpaduan horor dan komedi serta kampanye kreatif lintas platform, film ini diharapkan menghadirkan pengalaman menonton yang segar bagi penonton Tanah Air.
Herman Yakub.
















