Sekilasindonews.com Brebes – Program 3 Juta Rumah telah resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025–2029 untuk memperluas akses hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Komitmen pemerintah ini diperkuat melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
Memasuki 2026, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera menargetkan peningkatan penyaluran dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit rumah. Per 11 September 2026 telah terealisasi sebanyak 148.508 unit rumah senilai Rp 18,47 triliun dengan skema suku bunga tetap, yakni 5% untuk rumah tapak dan 6% untuk rumah subsidi.
Dampak nyata dari perluasan akses pembiayaan ini dirasakan langsung oleh Ahmad Yasin (30 tahun), kurir paket asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Yasin yang telah bekerja selama empat tahun berhasil mewujudkan mimpinya memiliki rumah pertama di Komplek Grand Amarta, Brebes. Sebelum mendapatkan KPR FLPP, ia dan istrinya sempat tinggal di rumah orang tua lalu berpindah ke rumah kontrakan demi wujudkan mimpinya memiliki rumah sendiri.
“Awalnya saya tahu info rumah ini pas lagi keliling mengantar paket. Saya tanya-tanya ke pemilik rumah yang sudah ada, lalu cari tahu di internet. Sebelumnya belum pernah kebayang, tapi pas menikah memang impian setiap pasangan ingin punya rumah sendiri,” kata Yasin.
Proses pengajuan KPR FLPP yang terjangkau serta pendampingan sistem pembiayaan yang mudah menjadi faktor kunci yang membantu Yasin meraih hunian bersubsidi tersebut. Setelah menempati rumah barunya selama hampir satu tahun bersama istri dan anaknya, Yasin merasakan perubahan signifikan dalam kenyamanan dan kualitas hidup.
“Kendalanya sih tidak ada. Malah kita lebih enak memiliki rumah sendiri, lebih tenang bercengkerama bersama keluarga setelah pulang bekerja,” kata dia.
*Kemandirian Ekonomi dan Harapan Bagi Generasi Muda*














