“Kerukunan adalah fondasi utama pembangunan. Tanpa toleransi dan saling menghormati, mustahil daerah ini bisa berkembang dengan baik. Mari kita jadikan Imlek sebagai penguat persatuan dan solidaritas di Bangka Selatan,” tegas Riza Herdavid.
Senada dengan itu, Debby Vita Dewi berharap semangat tahun baru membawa optimisme baru bagi masyarakat Bangka Selatan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Perayaan ini hendaknya memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar di Bangka Selatan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bangka Selatan, Hefi Nuranda, menyebut tahun baru Imlek sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa yang memperkaya identitas nasional.
Ia menilai keberagaman yang terjaga dengan baik akan menjadi fondasi kuat dalam mendorong kemajuan daerah. Pemerintah daerah pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan perayaan Imlek sebagai sarana memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga.
“Perayaan Imlek hendaknya menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan toleransi antarumat beragama, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah,” ujar Hefi Nuranda.
Ucapan “Gong Xi Fa Cai” yang bermakna harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan, lanjutnya, diharapkan tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi juga energi positif untuk membangun daerah secara bersama-sama.
Perayaan Tahun Baru Imlek setiap tahunnya memang selalu menjadi simbol harmoni dalam keberagaman. Di Bangka Selatan, nilai tersebut terus dirawat sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan daerah yang rukun, damai, serta semakin maju dan sejahtera. (*)
















