“Petani bisa menjual gabah kering panen kepada pihak swasta pak,” ujarnya.
Menilai jawaban tersebut kurang memadai, Gubernur Hidayat meminta Kepala Bulog menghadapnya pada Senin (22/9/2025) untuk mencari solusi.
Ia menekankan bahwa penghentian pembelian gabah bertolak belakang dengan program pemerintah pusat dan daerah yang mendorong swasembada pangan.
“Saya sangat menyayangkan kebijakan Bulog ini. Kalau dibiarkan, semangat petani padi akan turun. Padahal dengan dukungan Bulog, kita berharap petani tetap bersemangat sehingga swasembada pangan bisa terwujud,” ungkap Hidayat.
Diketahui, sejak awal September 2025, Perum Bulog Cabang Bangka menghentikan pembelian gabah petani. Akibatnya, gabah hanya diserap oleh tengkulak dengan harga jauh di bawah HPP, yang membuat petani merasa dirugikan. (*)
















