Menurut dia, Gerbang ZI Babel menjadi inovasi daerah sekaligus simbol gerakan bersama dalam membangun birokrasi yang bersih, akuntabel, efektif, efisien, dan melayani. Ia mengapresiasi Biro Organisasi Setda Babel yang menginisiasi program tersebut sebagai upaya mempercepat pembangunan zona integritas di seluruh perangkat daerah.
Pada tahap awal, Pemprov Babel menetapkan 12 perangkat daerah sebagai lokus pembangunan Zona Integritas berdasarkan hasil asesmen dan rapor kinerja. Selain itu, satu perangkat daerah yang telah meraih predikat WBK akan didorong menuju WBBM.
Hidayat berharap 13 perangkat daerah tersebut menjadi pelopor perubahan dan contoh bagi perangkat daerah lainnya dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Keberhasilan Zona Integritas tidak diukur dari banyaknya dokumen yang disusun, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Ketika pelayanan menjadi lebih cepat, lebih mudah, lebih transparan, dan masyarakat semakin percaya kepada pemerintah, maka sesungguhnya kita telah berhasil,” tegasnya.
Melalui Gerbang ZI Babel, Pemprov Babel menargetkan seluruh perangkat daerah secara bertahap membangun zona integritas dan melahirkan lebih banyak unit kerja berpredikat WBK maupun WBBM.














