Hal ini tercermin dari berbagai aksi sosial yang digerakkan Srikandi PLN melalui kolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bantuan disalurkan kepada masyarakat prasejahtera, santunan bagi kelompok rentan, hingga kegiatan berbagi di berbagai wilayah Bangka Belitung.
“Perempuan PLN tidak hanya bekerja di balik sistem kelistrikan, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan manfaat kehadiran PLN benar-benar dirasakan,” lanjutnya.
Di sisi lain, PLN UIW Bangka Belitung tetap menjaga fokus utama pada keandalan pasokan listrik. Berbagai upaya penguatan sistem terus dilakukan, termasuk memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan pemerataan energi bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa peran perempuan juga krusial dalam menjaga stabilitas layanan vital tersebut.
Momentum Hari Kartini ini pun menjadi penegas bahwa perempuan PLN bukan hanya simbol emansipasi, tetapi telah menjelma menjadi kekuatan strategis yang mampu menggerakkan perubahan, baik di internal perusahaan maupun di tengah masyarakat luas. (*)



















