Ia mengatakan, nama-nama itu diperoleh dari hasil kajian bersama 19 tokoh stakeholder dari berbagai kalangan politisi, budayawan, birokrat, akademisi, pengageng keraton, hingga tokoh pemuda.
“Kami menyampaikan dua hal. Pertama hasil kajian kami yang saya sebut dengan metode Delfi untuk memahami gagasan yang muncul dari para tokoh atau stakeholder lintas bidang. Dari karakteristik metode Delfi koresponden tokoh lintas bidang yang kami lakukan selama 10 hari dengan berbincang,” kata Suwardi.
Suwardi menambahkan, dari hasil kajian itu, muncul karakteristik kepemimpinan Kota Solo dan memahami tantangan kepemimpinan Solo ke depan.
“Paling tidak 2024-2029 pada periode itu, saya yakin aura di tingkat kepemimpinan nasional sudah mulai bergeser dari orang yang sudah senior ke yang lebih junior. Di Solo sendiri sudah mulai 2019. Yang menaikkan Wali Kota yang sekarang, Gibran itu,” pungkasnya.















