Senada dengan itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIW Bangka Belitung, Anton Wahyu Utomo, menyampaikan bahwa aktivitas penghijauan telah menjadi gerakan berkelanjutan yang terus dilakukan PLN dalam beberapa tahun terakhir.
“Pada 2024, PLN bersama masyarakat menanam 10.000 pohon di Gunung Asam Belinyu. Pada 2025, PLN juga menanam 10.000 mangrove di Pantai Penyak, Bangka Tengah,” jelasnya.
PLN pun berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu memperkuat ketahanan ekosistem kawasan serta meminimalkan risiko bencana ekologis di Bangka Belitung ke depan.
“Ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan adalah gerakan bersama yang membutuhkan sinergi berbagai pihak,” ujarnya.
Apresiasi turut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bambang Trisula, yang mewakili Gubernur Bangka Belitung. Ia menilai kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas lingkungan.
“Penanaman hari ini adalah investasi bagi udara yang lebih bersih, ekosistem yang lebih sehat, dan masa depan yang lebih baik. Namun, perawatan berkelanjutan tetap menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bangka Selatan Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Muhammad Zamroni, menambahkan bahwa masih banyak lahan kritis di wilayah Bangka Selatan yang membutuhkan rehabilitasi secara konsisten.
“Ini bukan hanya tugas instansi pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya. (*)
















