“Kita belajar berbagai hal, mulai dari tata cara mendirikan rumah sakit, apa saja hambatan kedepannya dan salah satunya tentang pelayanan ke masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, disebutkannya bahwa saat ini progres pembangunan rumah sakit type D di Mesuji ini sudah berjalan dengan progres 58 persen dan apa yang pihaknya dapatkan dalam studi banding ini akan di implementasikan ke Mesuji.
Bukan hanya itu, Kabupaten Mesuji ini sangat luas dan pihaknya baru ada satu rumah sakit, dengan di bangunnya rumah sakit type D ini maka akses pelayanan ke masyarakat jarak tempuhnya akan terpotong. Artinya masyarakat akan mempunyai pilihan ketika berobat ingin pergi ke rumah sakit yang ada tersebut, dengan mempertimbangkan jarak tempuh.
“Kita sudah mempunyai satu rumah sakit, tetapi dengan dibangunnya satu lagi, maka akses pelayanan ke masyarakat akan lebih maksimal,” terangnya.
“Semoga apa yang kami dapatkan ilmu di RSUD Kriopanting ini bisa menjadi bahan pelayanan terbaik bagi kami, dan tahun depan rumah sakit yang di bangun bisa segera selesai serta bisa cepat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Mesuji,” tambahnya.
















