Islam Menyala dari Pesantren Modern Madinatul Ilmi di Tempilang
SEKILASINDONEWS.COM – Panggung Gembira santri Pondok Pesantren Modern Madinatul Ilmi di Tempilang, Sabtu malam (09/11/2025), berubah menjadi medium dakwah paling hidup di pesisir Bangka Barat.
Ribuan orang berkumpul, bukan hanya untuk hiburan seni, tetapi menyaksikan Islam ditayangkan kembali dalam bentuk estetika, disiplin, bahasa gerak, dan cahaya.
Acara puncak orientasi KMI (Khutbatul Arsy) ini memperlihatkan bahwa dakwah tidak harus hanya bertumpu pada podium, ceramah atau retorika. Seni dijadikan instrumen membangun peradaban kembali, dari desa, dari pondok, dari akar sosial yang jarang disorot.
Pimpinan Pondok Modern Madinatul Ilmi, Ustadz Irwandi Zainal Ilmi menegaskan:
“Panggung Gembira bukan ajang memamerkan bakat. Ini latihan kemandirian, ukhuwah Islamiyah, kepemimpinan, dan kurikulum batin. Seni menjadi medium dakwah. Mereka berdakwah lewat bahasa seni. Ini cara kami merajut ridho Ilahi.”
Halaman pondok berubah seperti hamparan peradaban kecil malam itu. Tidak ada jarak kelas sosial: sebagian masyarakat duduk di kursi, sebagian lainnya duduk di atas plastik di atas rumput. Semua larut.
Arsitektur panggung didesain dengan simbol kubah dan pilar peradaban Islam klasik. Cahaya panggung bersinergi dengan tarian tradisi Nusantara yang diadaptasi menjadi medium nilai, menandakan Islam pernah dan masih menjadi pusat seni, pusat ilmu, pusat tamadun.
















