Menurutnya, harga komoditas pangan strategis ini mendapat perhatian besar dari Presiden RI Prabowo Subianto. “Bapak Presiden secara dekat, secara berkala, dan secara intens memonitor,” katanya.
Jika masih ditemukan ada harga sembako yang tidak sesuai HET, Sudaryono meminta masyarakat untuk aktif melaporkan. Baik itu melalui telepon atau melalui media sosial.
“Mau diviralkan, boleh. Tapi tentunya tugas kita adalah menyelesaikan persoalan, mencari masalah, menemukan solusi.”
“Kami juga berharap, jangan sampai 1-2 titik misalnya yang kemudian tidak sesuai, dianggap semuanya mahal, enggak. Kita juga harus arif dan bijak dalam menyikapi informasi yang berkembang di media,” jelasnya.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy mengatakan pemerintah juga lebih sering melaksanakan Gerakan Pangan Murah. Gerakan ini mengajak para pelaku usaha pangan untuk menyajikan barang-barang kebutuhan pokok penting dengan harga standar.
“Sehingga masyarakat merasa terbantu. Ini juga sangat penting untuk intervensi ketika ada harga-harga yang meloncat tinggi terutama di pasar-pasar tradisional, di situlah hadir indikatornya apa,” kata Sarwo Edhy.
Herman Yakub.
















