“Keamanan aset PLN adalah bagian dari kepentingan publik dan negara. Dengan adanya pedoman kerja teknis ini, kami memastikan pola pengamanan yang lebih terstruktur, termasuk langkah penegakan hukum terhadap potensi ancaman,” jelasnya.
Kolaborasi ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen kedua belah pihak dalam menjaga stabilitas kelistrikan.
Manajer UPP Sumbagsel 2 PLN UIP Sumbagsel, Adi Saputro, menambahkan bahwa koordinasi yang erat akan memastikan pengamanan aset kelistrikan berjalan optimal.
“Kolaborasi ini memberikan kepastian bahwa aset kelistrikan tetap terjaga, mendukung kelangsungan pasokan listrik yang andal, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya saat menjalankan ibadah di bulan suci ini,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, PLN dan Polda Babel akan melakukan monitoring intensif dan evaluasi berkala terhadap sistem pengamanan infrastruktur kelistrikan, terutama menjelang Idulfitri, saat permintaan listrik diperkirakan mencapai puncaknya.
Dengan adanya kesepakatan ini, PLN UIW Babel dan PLN UIP Sumbagsel menegaskan komitmen dalam menjaga stabilitas kelistrikan dan mendukung kesejahteraan masyarakat, seiring dengan semangat Ramadan yang penuh keberkahan.
















