Ketua Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus Desa Sawang, Azyar, menegaskan bahwa kehadiran PT Timah memberi energi baru bagi keberlangsungan tradisi tersebut.
“Kami sangat berterima kasih. Dukungan ini bukan hanya membantu kegiatan berjalan, tapi juga menjaga tradisi kami tetap hidup,” ujarnya.
Menurutnya, Festival Lampu Colok telah menjadi bagian dari identitas masyarakat, khususnya saat malam tujuh likur Ramadan.
“Ini bukan sekadar tradisi. Ada nilai religius dan kebersamaan di dalamnya. Ditambah lagi, sekarang jadi ruang kreativitas pemuda melalui berbagai perlombaan,” jelasnya.
Azyar menambahkan, konsistensi dukungan dari PT Timah membuat generasi muda semakin percaya diri untuk menjaga warisan budaya.
“Kalau ada yang mendukung seperti ini, kami jadi lebih semangat. Tradisi tidak lagi dianggap kuno, tapi justru jadi kebanggaan,” katanya.
Komitmen PT Timah dalam merawat budaya lokal menjadi bukti bahwa pelestarian tradisi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemangku adat, dan dunia usaha agar nilai-nilai luhur tetap hidup dan relevan.
Bagi PT Timah, menjaga budaya bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari upaya merawat identitas dan memperkuat jati diri masyarakat, agar tradisi budaya lokal daerah tidak tercerabut dari akarnya, meski zaman terus berubah. (*)










