Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Agus Wicaksono, mengatakan pembangunan akses jalan ini menjadi prioritas karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Tujuan utama kami adalah membantu percepatan kesejahteraan warga. Jalan ini diharapkan dapat menekan biaya transportasi dan meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.
Program TMMD di Desa Penutuk tak hanya fokus pada pembangunan jalan. Satgas bersama masyarakat juga merehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), membangun lima titik sumur bor untuk kebutuhan air bersih, memperbaiki fasilitas umum, hingga menggelar penyuluhan sosial.
Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD, Muhamad Muchidin, sebelumnya menegaskan bahwa seluruh pekerjaan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Jalan 5,5 kilometer tersebut tak hanya membuka akses persawahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
“Silakan manfaatkan jalan ini sebaik-baiknya untuk mendukung aktivitas pertanian. Kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar dirasakan warga,” kata Muchidin. (*)
















