Kiprah Tubagus Amrie Wardhana juga merambah bidang adat dan kebudayaan.
Ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Badan Advokasi Kesultanan Banten serta Ketua DPP Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).
Peran tersebut menempatkan dirinya tidak hanya sebagai praktisi hukum, tetapi juga sebagai salah satu figur yang terlibat dalam upaya menjaga serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Nusantara.
Sebagai putra Banten, Tubagus Amrie Wardhana sejak muda memiliki perhatian terhadap persoalan hukum dan keadilan.
Ketertarikan tersebut kemudian mendorongnya menempuh pendidikan di bidang hukum hingga mencapai jenjang magister.
Perjalanan pendidikan dan pengalaman profesional yang dijalaninya menjadi bagian dari fondasi dalam membangun kiprah sebagai advokat.
Dengan pengalaman menangani berbagai persoalan hukum serta keterlibatannya dalam organisasi yang bergerak di bidang adat dan kebudayaan, sosok Tubagus Amrie Wardhana kini dikenal dengan kiprah yang berada di persimpangan antara dunia hukum, advokasi, dan pelestarian adat Nusantara.
Herman Yakub.
















