Agus menjelaskan, Gerakan Pangan Murah Polri juga menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Lebaran, mengingat pada periode tersebut harga sejumlah bahan pokok cenderung mengalami kenaikan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polri untuk membantu menstabilkan harga bahan pokok sekaligus memberikan solusi bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Bangka Selatan menyediakan sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang dijual dengan harga terjangkau.
Beras SPHP sebanyak 4.000 kilogram dijual dengan harga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram, sedangkan minyak goreng merek Minyak Kita disediakan sebanyak 1.200 liter dengan harga Rp31.500 per dua liter.
Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah, kegiatan ini juga diharapkan dapat menekan potensi inflasi dari sektor pangan serta menjaga daya beli masyarakat.
Kapolres menambahkan, pihaknya juga akan menurunkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memantau harga bahan pokok di pasar tradisional.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar maupun praktik penimbunan bahan pokok oleh oknum tertentu.
“Apabila ditemukan adanya praktik penimbunan atau pelanggaran yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Gerakan Pangan Murah Polri ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Toboali. Sekitar 100 warga tercatat hadir dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu berlangsung hingga pukul 11.00 WIB dengan situasi aman dan tertib. (*)














