Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Bangka, Agustinus, menyampaikan pihaknya telah melakukan penguatan operasional untuk menghadapi lonjakan arus penyeberangan selama periode Nataru.
“Memang terjadi kenaikan sekitar lima sampai sepuluh persen dibandingkan tahun lalu. Namun hingga saat ini kondisi masih normal dan terkendali. Seluruh aktivitas penyeberangan berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.
ASDP Cabang Bangka, lanjut Agustinus, juga secara intens menjalin koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) sebagai regulator, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP/KAISOP) terkait aspek keselamatan pelayaran.
Untuk mengurai antrean kendaraan, ASDP memprioritaskan pengoperasian kapal berkapasitas besar, dengan tetap mematuhi batas muatan yang telah ditetapkan.
“Kami mengoptimalkan kapal berkapasitas besar agar arus penyeberangan lebih lancar, namun tetap sesuai ketentuan. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dari sisi layanan, ASDP mengandalkan penerapan tiket elektronik melalui aplikasi Ferizy atau VDC yang secara otomatis menyesuaikan kuota penumpang dan kendaraan dengan kapasitas kapal. Sistem ini dinilai efektif mencegah kelebihan muatan sejak tahap pemesanan.
“Kami terus mengingatkan penumpang agar teliti memilih tanggal, jam, dan pelabuhan tujuan sebelum melakukan pembayaran, karena kesalahan pemesanan tidak dapat diubah,” kata Agustinus.
Pengamanan di kawasan pelabuhan dilakukan secara menyeluruh. Personel kepolisian dan petugas ASDP disiagakan secara mobile, baik di area pelabuhan maupun di atas kapal.
Penumpang juga diimbau untuk tetap waspada dan menjaga barang bawaan selama berada di kawasan pelabuhan.
Dengan penguatan pengamanan dan layanan tersebut, Polres Bangka Barat dan ASDP optimistis arus penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian selama periode Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. (*)














